<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8437254087009564570</id><updated>2011-04-22T02:54:17.005+07:00</updated><category term='Motivasi'/><title type='text'>I did it my way...</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://frankynathanael.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8437254087009564570/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frankynathanael.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Franky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05226709561679369618</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp0.blogger.com/_294AtJ6eAZI/SFilDXqxOZI/AAAAAAAAABI/qG2c3tN33kc/S220/AV4.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>6</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8437254087009564570.post-8778279895924494509</id><published>2008-07-01T13:36:00.001+07:00</published><updated>2008-07-01T13:36:59.644+07:00</updated><title type='text'>Berpikir 2 kali sebelum bertindak karena emosi</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Dikisahkan sepasang suami istri bekerja  meninggalkan anaknya yang berusia tiga tahun bernama Ita, bersama sang pembantu  di rumah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Namanya juga anak-anak yang suka mengeksplorasi  diri, Ita pun demikian. Sambil bermain dia mencoret-coret tanah di halaman  dengan lidi, sementara pembantunya menjemur kain dekat garasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Puas dengan mencoret tanah, ia menemukan sebuah  paku berkarat dan mulai mencoba untuk menggores-gores mobil ayahnya yang  berwarna hitam. Karena masih baru, mobil tersebut jarang dipergunakan oleh  ayahnya ke kantor. Maka, penuhlah mobil tersebut dengan coretan gambar  Ita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Begitu ayahnya pulang, dengan bangga Ita memberitahu tentang  gambar-gambar yang sudah dibuat di mobil baru ayahnya tersebut. Bukan pujian  yang diterimanya, melainkan kemarahan yang sangat besar. Pertama kali yang kena  damprat adalah sang pembantu karena dianggap tidak mengawasi Ita di rumah. Baru  giliran anaknya yang dihukum. Demi mendisiplinkan anak, maka si ayah mulai  mengajarkan anaknya, tidak hanya dengan kata-kata, tetapi dengan pukulan.  Dipukullah kedua telapak tangan dan punggung tangan anaknya dengan apa saja yang  ditemukan di situ. Mulai dengan mistar, ranting, sampai lidi disertai luapan  emosi yang tidak terkendali.&lt;br /&gt;“Ampun,’pah! Sakit…sakit, ampun!”jerit Ita  sambil menahan sakit di tangannya yang sudah mulai berdarah-darah. Si ibu hanya  diam saja, seolah-olah merestui tindakan disiplin yang ditegakkan oleh  suaminya.&lt;br /&gt;Puas menghajar anaknya, si ayah menyuruh pembantu untuk membawa Ita  ke kamarnya. Dengan hati yang teriris, sang pembantu membawa Ita ke kamarnya.  Sore hari ketika dimandikan, Ita menjerit-jerit menahan pedih. Esoknya tangan  Ita mulai membengkak, sementara ayah ibunya tetap bekerja seperti biasa. Ketika  dilaporkan oleh pembantunya, Ibu Ita hanya mengatakan,”Oleskan obat saja!”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Hari berganti hari, hingga suhu badan Ita mulai panas karena luka  tangannya sudah terinfeksi. Ketika dilaporkan, orangtuanya pun hanya mengatakan  supaya diberi obat penurun panas. Hingga suatu malam, panasnya semakin tinggi,  bahkan Ita mulai menggigau. Buru-buru mereka membawa Ita yang sudah tampak  melemah ke rumah sakit pada malam itu juga.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Hasil diagnosis dokter menyimpulkan bahwa demam Ita berasal dari tangannya  yang sudah infeksi dan busuk akibat luka-lukanya. Setelah seminggu diopname di  sana , dokter memanggil ayah dan ibunya dan mengatakan,”Tidak ada pilihan  lain….”&lt;br /&gt;Dokter mengusulkan agar kedua tangan anak itu diamputasi karena  infeksi yang terjadi sudah terlalu parah.”Ini sudah bernanah dan membusuk, untuk  menyelamatkan nyawa Ita, tangannya harus diamputasi!”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Mendengar berita ini, orangtua Ita bagai disambar petir. Dengan air mata  berurai dan tangan yang bergetar, mereka menandatangani surat persetujuan  amputasi anak yang paling dikasihinya.&lt;br /&gt;Setelah sadar dari pembiuasn  operasinya, Ita terbangun sambil menahan rasa sakit dan bingung melihat  tangannya yang dibalut kain putih. Lebih kaget lagi, dia melihat kedua  orangtuanya dan pembantunya menangis disampingnya. Sambil menahan rasa sakit,  Ita berkata kepada orangtuanya,”Papa…Mama, Ita tidak akan melakukannya lagi…Ita  sayang Papa, sayang Mama, juga sayang Bibi. Ita minta ampun sudah mencoret-coret  mobil Papa!” Si ibu dan ayah semakin menagis mendengar kata-kata Ita  tersebut.&lt;br /&gt;“Pah,sekarang tolong kembalikan tangan Ita, untuk apa diambil. Ita  janji tidak akan melakukannya lagi. Bagaimana kalau nanti Ita mau main dengan  teman-teman karena tangan Ita sudah diambil. Papa…Mama, tolong kembaliin, pinjam  sebentar saja. Ita mau menyalami Papa, Mama, dan Bibi untuk minta  maaf!”&lt;br /&gt;Menyesal bagi kedua orangtua Ita sudah tiada guna, nasi sudah menjadi  bubur.&lt;br /&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;PEMBERIAN hukuman memang merupakan salah satu alat  yang ampuh untuk menegakkan disiplin seseorang, naik dilingkungan keluarga  maupun perusahaan. Hukuman yang efektif dan waktu yang tepat akan menghasilkan  dampak perubahan tingkah laku optimal. Namun, pemberian hukuman mengindikasikan  tindakan kuratif terhadap kesalahan yang sudah terjadi. Penemuan terbaru dari  praktisi SDM saat ini adalah bagaimana mencegah terjadinya kesalahan melalui  pemberian motivasi dan keteladanan yang maksimal.&lt;br /&gt;Kenyataannya, banyak orang  dengan bangga memberikan hukuman didepan orang lain, baik itu berupa teguran  maupun tindakan disiplin lainnya. Bahkan, ketika hukuman diberikan, ada saja  barang-barang yang ikut “terbang” menyertai pemberian hukuman tersebut. Hukuman,  menurut sebagian besar kalangan lebih diarahkan pada pelampiasan kekesalan dan  dendam pribadi, bukan perubahan tingkah laku sebagai tujuan pemberian hukuman  itu sendiri.&lt;br /&gt;Pemberian hukuman seyogianya tidak mengamputasi motivasi  seseorang melakukan yang terbaik bagi dirinya sendiri, keluarga maupun  perusahaan. Itulah sebabnya efektivitas pemberian hukuman harus adil dan hukum  atau peraturan diberlakukan sama untuk semua orang yang berada dalam lingkungan  peraturan tersebut. Seorang pakar hukum pidana pernah mengatakan,”Si pembuta  peraturan harus keras pada dirinya sendiri untuk konsisten dengan aturan yang  dibuat terlebih dahulu!”&lt;br /&gt;Di  sini keteladanan dimulai. Lebih jauh dapat  dikatakan bahwa aturan dibuat untuk semua, diberlakukan pada semua lapisan, dan  konsekuensi pelanggaran aturan juga diterima oleh semua tanpa memandang jabatan,  semioritas maupun popularitas, serta kekayaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Dikutip dari “Half Full – Half Empty”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8437254087009564570-8778279895924494509?l=frankynathanael.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frankynathanael.blogspot.com/feeds/8778279895924494509/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8437254087009564570&amp;postID=8778279895924494509' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8437254087009564570/posts/default/8778279895924494509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8437254087009564570/posts/default/8778279895924494509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frankynathanael.blogspot.com/2008/07/berpikir-2-kali-sebelum-bertindak.html' title='Berpikir 2 kali sebelum bertindak karena emosi'/><author><name>Franky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05226709561679369618</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp0.blogger.com/_294AtJ6eAZI/SFilDXqxOZI/AAAAAAAAABI/qG2c3tN33kc/S220/AV4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8437254087009564570.post-7128003560685820599</id><published>2008-07-01T13:27:00.003+07:00</published><updated>2008-07-01T13:37:12.937+07:00</updated><title type='text'>Minerva</title><content type='html'>Gua mo beli motor baru nih... lagi kepincut sama Minerva 150R.... resemble dari Honda CBR dengan harga terjangkau...&lt;br /&gt;Well mudah-mudahan dapat segera terealisasi... soalnya masih indent nih...&lt;br /&gt;lagi bingung pilih warna apa ya?&lt;br /&gt;Merah, silver, hitam atau biru ya? orang-orang terdekat sih recommend warna merah, tapi koq gw sendiri prefer silver or hitam ya.... tapi tetep pilih merah deh, walaupun pasaran tapi paduan merah dan hitam tuh... unique dan matching bgt....! berani tampil beda donk....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8437254087009564570-7128003560685820599?l=frankynathanael.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frankynathanael.blogspot.com/feeds/7128003560685820599/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8437254087009564570&amp;postID=7128003560685820599' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8437254087009564570/posts/default/7128003560685820599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8437254087009564570/posts/default/7128003560685820599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frankynathanael.blogspot.com/2008/07/minerva.html' title='Minerva'/><author><name>Franky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05226709561679369618</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp0.blogger.com/_294AtJ6eAZI/SFilDXqxOZI/AAAAAAAAABI/qG2c3tN33kc/S220/AV4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8437254087009564570.post-6745628104578879767</id><published>2008-07-01T13:23:00.003+07:00</published><updated>2008-07-01T13:27:13.994+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Kenapa ya akhir-akhir ini sering sesak nafas? well... keep positive thinking... I'm okay...&lt;br /&gt;saya dapat fasilitas dari kantor untuk medical check up dengan limit up to 1,2 jt... tadinya mo pake sendiri, cuma pikir-pikir lebih baik budgetnya diberikan kepada bokap or nyokap yg mungkin lebih membutuhkan...&lt;br /&gt;Mungkin udah kegendutan nih...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8437254087009564570-6745628104578879767?l=frankynathanael.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frankynathanael.blogspot.com/feeds/6745628104578879767/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8437254087009564570&amp;postID=6745628104578879767' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8437254087009564570/posts/default/6745628104578879767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8437254087009564570/posts/default/6745628104578879767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frankynathanael.blogspot.com/2008/07/kenapa-ya-akhir-akhir-ini-sering-sesak.html' title=''/><author><name>Franky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05226709561679369618</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp0.blogger.com/_294AtJ6eAZI/SFilDXqxOZI/AAAAAAAAABI/qG2c3tN33kc/S220/AV4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8437254087009564570.post-1371955642904936028</id><published>2008-07-01T13:18:00.001+07:00</published><updated>2008-07-01T13:25:53.708+07:00</updated><title type='text'>Kisah yg sangat menyentuh mengenai seorang anak beriman (Andoy)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:9;"  &gt;ini  adalah kisah nyata ...... &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:9;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;Ada seorang bocah  kelas 4 SD di suatu daerah di Milaor Camarine Sur &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;(Filipina) yang  setiap hari mengambil rute melintasi daerah tanah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;berbatuan dan  menyeberangi jalan raya yang berbahaya di mana banyak kendaraan yang melaju  kencang dan tidak beraturan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;Setiap kali  berhasil menyeberangi jalan raya tersebut, bocah ini mampir  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;sebentar ke Gereja  setiap pagi hanya untuk menyapa Tuhan. Tindakannya selama ini diamati oleh  seorang Pendeta yang merasa terharu menjumpai sikap bocah yang lugu dan beriman  tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;"Bagaimana kabarmu  Andoy? Apakah kamu akan ke sekolah ?" &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;"Ya, Bapa Pendeta!"  balas Andoy dengan senyumnya yang menyentuh hati Pendeta tersebut.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;Dia begitu  memperhatikan keselamatan Andoy sehingga suatu hari dia &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;berkata kepada  bocah tersebut, "Jangan menyeberang jalan raya sendirian, setiap kali pulang  sekolah kamu boleh mampir ke Gereja dan saya akan menemani kamu ke seberang  jalan. Jadi dengan cara tersebut saya bisa memastikan kamu pulang ke rumah  dengan selamat." &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;Terima kasih, Bapa  Pendeta." &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;"Kenapa kamu tidak  pulang sekarang?? Apakah kamu tinggal di Gereja &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;setelah pulang  sekolah?" &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;"Aku hanya ingin  menyapa kepada Tuhan .. sahabatku." &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;Dan Pendeta itu  segera meninggalkan Andoy untuk melewatkan waktunya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;di depan altar  berbicara sendiri, tapi kemudian Pendeta tersebut bersembunyi dibalik altar  untuk mendengarkan apa yang dibicarakan Andoy kepada Bapa di Surga.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;"Engkau tahu Tuhan,  ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;aku tidak mencontek  walaupun temanku melakukannya. Aku makan satu kue dan minum airku. Ayahku  mengalami musim paceklik dan yang bisa kumakan anyalah kue ini. Terima kasih  buat kue ini Tuhan! Aku tadi melihat anak kucing &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;malang&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; yang kelaparan dan aku memberikan kueku  yang terakhir buatnya .. lucunya, aku nggak begitu lapar. Lihat, ini selopku  yang terakhir.. aku mungkin harus berjalan tanpa sepatu minggu depan. Engkau  tahu ini sepatu ini akan rusak, tapi tidak apa-apa .. paling tidak aku tetap  dapat pergi ke sekolah. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;Orang-orang  berbicara bahwa kami akan mengalami musim panen yang susah bulan ini, bahkan  beberapa temanku sudah berhenti sekolah. Tolong bantu mereka supaya bisa sekolah  lagi. Tolong Tuhan ?? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;Oh ya, Engkau tahu  Ibu memukulku lagi. Ini memang menyakitkan, tapi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;aku tahu sakit ini  akan hilang, paling tidak aku masih punya seorang Ibu.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;Tuhan. Engkau mau  lihat lukaku??? Aku tahu Engkau mampu &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;menyembuhkannya, di  sini .. di sini .. aku rasa Engkau tahu yang ini khan??  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;Tolong jangan  marahi Ibuku ya??? dia hanya sedang lelah dan kuatir &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;akan kebutuhan  makanan dan biaya sekolahku .. Itulah mengapa dia memukul kami.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;Oh Tuhan. aku rasa  aku sedang jatuh cinta saat ini. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; seorang gadis &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;yang cantik di  kelasku, namanya Anita ... menurut Engkau apakah dia akan menyukaiku???  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;Bagaimanapun juga  paling tidak aku tahu Engkau tetap menyukaiku karena aku tidak usah menjadi  siapapun hanya untuk menyenangkanMu. Engkau adalah sahabatku.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;Hei .. ulang  tahunMu tinggal dua hari lagi, apakah Engkau gembira ??  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;Tunggu saja sampai  Engkau lihat, aku punya hadiah untukMu. Tapi ini &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;kejutan bagiMu. Aku  berharap Engkau akan menyukainya. Ooops aku harus pergi sekarang."  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;Kemudian Andoy  segera berdiri dan memanggil Pendeta itu, "Bapa Pendeta.. Bapa Pendeta.. aku  sudah selesai bicara dengan sahabatku, anda bisa menemaniku menyeberang jalan  sekarang!" &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;Kegiatan tersebut  berlangsung setiap hari, Andoy tidak pernah absen &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;sekalipun.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;Pendeta Agaton  berbagi cerita ini kepada jemaat di Gerejanya setiap &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;hari Minggu karena  dia belum pernah melihat suatu iman dan kepercayaan yang murni kepada Allah ..  suatu pandangan positif dalam situasi yang negatif. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;Pada hari  &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Natal&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;, Pendeta  Agaton jatuh sakit sehingga dia tidak bisa &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;memimpin gereja dan  dirawat di rumah sakit. Gereja diserahkan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;pengelolaannya  kepada 4 wanita tua yang tidak pernah tersenyum dan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;selalu menyalahkan  segala sesuatu yang orang lain perbuat. Mereka juga sering mengutuki orang yang  menyinggung mereka. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;Mereka sedang  berlutut memegangi &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;rosario&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; mereka ketika Andoy tiba dari  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;pesta natal di  sekolahnya, dan menyapa "Halo Tuhan..Aku ....' &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;"Kurang ajar kamu  bocah!!! Tidakkah kamu lihat kami sedang berdoa??!!! Keluar!!!"  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;Andoy begitu  terkejut, "Di mana Bapa Pendeta Agaton??? Dia &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;seharusnya  membantuku menyeberangi jalan raya.. Dia selalu menyuruhku mampir lewat pintu  belakang Gereja. Tidak hanya itu, aku juga harus menyapa Tuhan Yesus - ini hari  ulang tahunNya, aku punya hadiah untukNya .." &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;Ketika Andoy mau  mengambil hadiah tersebut dari dalam bajunya, seorang dari keempat wanita itu  menarik kerahnya dan mendorongnya keluar Gereja. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;Sambil membuat  tanda salib ia berkata "Keluarlah bocah ... kamu akan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;mendapatkannya!!!"  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;Oleh karena itu  Andoy tidak punya pilihan lain kecuali sendirian &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;menyeberangi jalan  raya yang berbahaya tersebut di depan Gereja. Dia &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;mulai menyeberang.  Ketika tiba-tiba sebuah bus datang melaju dengan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;kencang - di situ  ada tikungan yang tidak terlihat pandangan. Andoy melindungi hadiah tersebut di  dalam saku bajunya, sehingga dia tidak melihat datangnya bus tersebut. Waktunya  hanya sedikit untuk menghindar .. dan Andoy tewas seketika. Orang-orang di  sekitarnya berlarian dan mengelilingi tubuh bocah &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;malang&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; tersebut yang sudah tak bernyawa.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;Tiba-tiba, entah  muncul darimana ada seorang pria berjubah putih &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;dengan wajah yang  halus dan lembut namun penuh dengan air mata datang dan memeluk tubuh bocah  &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;malang&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; tersebut.  Dia menangis. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;Orang-orang  penasaran dengan dirinya dan bertanya, "Maaf Tuan. Apakah anda keluarga bocah  &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;malang&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; ini?  Apakah anda mengenalnya ?" &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;Pria tersebut  dengan hati yang berduka karena penderitaan yang begitu &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;dalam segera  berdiri dan berkata, "Dia adalah sahabatku." Hanya itulah yang dia katakan.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;Dia mengambil  bungkusan hadiah dari dalam baju bocah &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;malang&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; tersebut &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;dan menaruhnya di  dadanya. Dia lalu berdiri dan membawa pergi tubuh bocah &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;malang&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; tersebut dan  keduanya kemudian menghilang. Kerumunan orang tersebut semakin penasaran...  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;Di malam &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Natal&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;, Pendeta Agaton  menerima berita yang sungguh &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;mengejutkan. Dia  berkunjung ke rumah Andoy untuk memastikan pria misterius berjubah putih  tersebut. Pendeta itu bertemu dan bercakap-cakap dengan kedua orang tua Andoy.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;"Bagaimana anda  mengetahui putera anda meninggal ?" &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;"Seorang pria  berjubah putih yang membawanya kemari." ucap ibu Andoy &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;terisak.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;"Apa katanya ?"  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;Ayah Andoy berkata,  "Dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia sangat berduka. Kami tidak  mengenalnya namun dia terlihat sangat kesepian atas meninggalnya Andoy  sepertinya Dia begitu mengenal Andoy dengan baik. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;Tapi ada suatu  kedamaian yang sulit untuk dijelaskan mengenai Dirinya. Dia menyerahkan anak  kami dan tersenyum lembut. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;Dia menyibakkan  rambut Andoy dari wajahnya dan memberikan kecupan di keningnya kemudian Dia  membisikkan sesuatu ..." &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;"Apa yang dia  katakan ?" &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;"Dia berkata kepada  puteraku .." Ujar sang Ayah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;"Terima kasih buat  kadonya. Aku akan segera berjumpa denganmu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;Engkau akan  bersamaku." Dan sang Ayah melanjutkan, "Anda tahu kemudian. Semuanya itu terasa  begitu indah .. aku menangis tetapi tidak tahu mengapa bisa demikian. Yang aku  tahu aku menangis karena bahagia .. aku tidak dapat menjelaskannya Bapa Pendeta,  tetapi ketika Dia meninggalkan kami ada suatu kedamaian yang memenuhi hati kami,  aku merasakan kasihnya yang begitu dalam di hatiku.. aku tidak dapat melukiskan  sukacita di dalam hatiku. Aku tahu puteraku sudah berada di Surga sekarang.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;Tapi tolong katakan  padaku, Bapa Pendeta.. Siapakah Pria ini yang selalu bicara dengan puteraku  setiap hari di Gerejamu? Anda seharusnya mengetahui karena anda selalu berada di  &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; setiap  hari. Kecuali pada waktu puteraku meninggal .." &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;Pendeta Agaton  tiba-tiba merasa air matanya menetes dipipinya, dengan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;lutut gemetar dia  berbisik," Dia tidak berbicara dengan siapa-siapa .. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody1"&gt;&lt;span style=""&gt;kecuali dengan  Tuhan."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:9;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8437254087009564570-1371955642904936028?l=frankynathanael.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frankynathanael.blogspot.com/feeds/1371955642904936028/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8437254087009564570&amp;postID=1371955642904936028' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8437254087009564570/posts/default/1371955642904936028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8437254087009564570/posts/default/1371955642904936028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frankynathanael.blogspot.com/2008/07/kisah-yg-sangat-menyentuh-mengenai.html' title='Kisah yg sangat menyentuh mengenai seorang anak beriman (Andoy)'/><author><name>Franky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05226709561679369618</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp0.blogger.com/_294AtJ6eAZI/SFilDXqxOZI/AAAAAAAAABI/qG2c3tN33kc/S220/AV4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8437254087009564570.post-3894735238597678461</id><published>2008-07-01T13:17:00.001+07:00</published><updated>2008-07-01T13:22:55.418+07:00</updated><title type='text'>Touching Story mengenai seorang ibu...</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;span style="color:#a52a2a;"&gt;&lt;strong&gt;DON'T HATE ME MOM !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEBUAH KISAH IRONIS  DI IRLANDIA UTARA YANG TELAH DITERJEMAHKAN KEDALAM BAHASA INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAYA  IBU TERBURUK DIDUNIA INI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, Tuhan, ijinkan aku menceritakan hal ini...,  sebelum ajal menjemputku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tahun yang lalu saya melahirkan seorang anak  laki-laki, wajahnya lumayan tampan namun terlihat agak bodoh... Sam, suamiku,  memberinya nama Eric.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin lama semakin nampak jelas bahwa anak ini  memang agak terbelakang. Saya berniat memberikannya kepada orang lain saja untuk  dijadikan budak atau pelayan. Namun Sam mencegah niat buruk itu. Akhirnya  terpaksa saya membesarkannya juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditahun kedua setelah Eric dilahirkan  sayapun melahirkan kembali seorang anak perempuan yang cantik mungil. Saya  menamainya Angelica. Saya sangat menyayangi Angelica, demikian juga Sam.  Seringkali kami mengajaknya pergi ke taman hiburan dan membelikannya pakaian  anak-anak yang indah-indah... Namun tidak demikian halnya dengan Eric. Ia hanya  memiliki beberapa stel pakaian butut. Sam berniat membelikannya, namun saya  selalu melarangnya dengan dalih penghematan uang keluarga. Sam selalu menuruti  perkataan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat usia Angelica 2 tahun Sam meninggal dunia. Eric  sudah berumur 4 tahun kala itu. Keluarga kami menjadi semakin miskin dengan  hutang yang semakin menumpuk. Akhirnya saya mengambil tindakan yang akan membuat  saya menyesal seumur hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pergi meninggalkan kampung kelahiran  saya dengan beserta Eric yang sedang tertidur lelap. Kemudian saya tinggal di  sebuah gubuk setelah rumah kami laku terjual untuk membayar hutang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun..., 2 tahun..., 5 tahun..., 10 tahun... telah berlalu sejak  kejadian itu. Saya telah menikah kembali dengan Brad, seorang pria dewasa. Ia  adalah seorang pastor di gereja St. Maria. Usia pernikahan kami telah menginjak  tahun kelima. Berkat Brad, sifat-sifat buruk saya yang semula pemarah, egois,  dan tinggi hati, berubah sedikit demi sedikit menjadi lebih sabar dan penyayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angelica telah berumur 12 tahun dan kami menyekolahkan dia di asrama  putri sekolah perawatan. Tidak ada lagi yang ingat tentang Eric dan tidak ada  lagi yang mengingatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai suatu malam... Malam dimana saya bermimpi  tentang seorang anak... Wajahnya agak tampan namun tampak pucat sekali... Ia  melihat ke arah saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil tersenyum ia berkata, "Tante, Tante kenal  mama saya? Saya lindu cekali pada mommy!" Setelah berkata demikian ia mulai  beranjak pergi, namun saya menahannya, "Tunggu..., sepertinya saya mengenalmu.  Siapa namamu anak manis?" "Nama saya Elic, Tante." "Eric...? Eric... Ya Tuhan!  Kau benar-benar Eric???"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya langsung tersentak dan bangun. Rasa  bersalah, sesal dan berbagai perasaan aneh lainnya menerpa diri saya saat itu  juga. Tiba-tiba terlintas kembali kisah ironis yang terjadi dulu seperti sebuah  film yang diputar di kepala saya. Baru sekarang saya menyadari betapa jahatnya  perbuatan saya dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya seperti mau mati saja saat itu. Ya, saya  harus mati..., mati..., mati... Ketika tinggal seinchi jarak pisau yang akan  saya goreskan ke pergelangan tangan, tiba-tiba bayangan Eric melintas kembali di  pikiran saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Eric, mommy akan menjemputmu Eric... Sore itu saya  memarkir mobil Civic biru saya disamping sebuah gubuk, dan Brad dengan pandangan  heran menatap saya dari samping. "Mary, apa yang sebenarnya  terjadi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh, Brad, kau pasti akan membenciku setelah saya menceritakan  hal yang telah saya lakukan dulu," tapi aku menceritakannya juga dengan  terisak-isak... Ternyata Tuhan sungguh baik kepada saya. Ia telah memberikan  suami yang begitu baik dan penuh pengertian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tangis saya reda,  saya keluar dari mobil diikuti oleh Brad dari belakang. Mata saya menatap lekat  pada gubuk yang terbentang dua meter dari hadapan saya. Saya mulai teringat  betapa gubuk itu pernah saya tinggali beberapa bulan lamanya dan Eric... Eric...  Saya&lt;br /&gt;meninggalkan Eric di sana 10 tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perasaan  sedih saya berlari menghampiri gubuk tersebut dan membuka pintu yang terbuat  dari bambu itu... Gelap sekali... Tidak terlihat sesuatu apapun juga! Perlahan  mata saya mulai terbiasa dengan kegelapan dalam ruangan kecil itu. Namun saya  tidak menemukan siapapun juga di dalamnya. Hanya ada sepotong kain butut  tergeletak di lantai tanah. Saya mengambil seraya mengamatinya dengan seksama...  Mata mulai berkaca-kaca, saya mengenali potongan kain tersebut sebagai bekas  baju butut yang dulu dikenakan Eric sehari-harinya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat  kemudian, dengan perasaan yang sulit dilukiskan, sayapun keluar dari ruangan  itu... Air mata saya mengalir dengan deras. Saat itu saya hanya diam  saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat kemudian saya dan Brad mulai menaiki mobil untuk  meninggalkan tempat tersebut. Namun, saya melihat seseorang di belakang mobil  kami. Saya sempat kaget sebab suasana saat itu gelap sekali. Kemudian  terlihatlah wajah orang itu yang demikian kotor. Ternyata ia seorang wanita  tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali saya tersentak kaget manakala ia tiba-tiba menegur saya  dengan suaranya yang parau, "Heii...! Siapa kamu?! Mau apa kau kemari?!" Dengan  memberanikan diri, sayapun bertanya, "Ibu, apa ibu kenal dengan seorang anak  bernama Eric yang dulu tinggal di sini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjawab, "Kalau kamu ibunya,  kamu sungguh perempuan terkutuk!! Tahukah kamu, 10 tahun yang lalu sejak kamu  meninggalkannya di sini, Eric terus menunggu ibunya dan memanggil, 'Mommy...,  mommy!' Karena tidak tega, saya terkadang memberinya makan dan mengajaknya  tinggal Bersama saya. Walaupun saya orang miskin dan hanya bekerja sebagai  pemulung sampah, namun saya tidak akan meninggalkan anak saya seperti itu! Tiga  bulan yang lalu Eric meninggalkan secarik kertas ini. Ia belajar menulis setiap  hari selama bertahun-tahun hanya untuk menulis ini untukmu..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayapun  membaca tulisan di kertas itu... "Mommy, mengapa Mommy tidak pernah kembali  lagi...? Mommy marah sama Eric, ya? Mom, biarlah Eric yang pergi saja, tapi  Mommy harus berjanji kalau Mommy tidak akan marah lagi sama Eric. Bye,  Mom..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menjerit histeris membaca surat itu. "Bu, tolong katakan...  Katakan di mana ia sekarang? Saya berjanji akan menyayanginya sekarang! Saya  tidak akan meninggalkannya lagi, Bu! Tolong katakan...!!!" Brad memeluk tubuh  saya yang bergetar keras. "Nyonya, semua sudah terlambat (dengan nada lembut).  Sehari sebelum nyonya datang, Eric telah meninggal dunia. Ia meninggal di  belakang gubuk ini. Tubuhnya sangat kurus, ia sangat lemah. Hanya demi  menunggumu ia rela bertahan di belakang gubuk ini tanpa ia berani masuk ke  dalamnya. Ia takut apabila Mommy-nya datang, Mommy-nya akan pergi lagi bila  melihatnya ada di dalam sana... Ia hanya berharap dapat melihat Mommy-nya dari  belakang gubuk ini... Meskipun hujan&lt;br /&gt;deras, dengan kondisinya yang lemah ia  terus bersikeras menunggu Nyonya di sana. Nyonya, dosa anda tidak  terampuni!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kemudian pingsan dan tidak ingat apa-apa lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marry Scheleery&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8437254087009564570-3894735238597678461?l=frankynathanael.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frankynathanael.blogspot.com/feeds/3894735238597678461/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8437254087009564570&amp;postID=3894735238597678461' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8437254087009564570/posts/default/3894735238597678461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8437254087009564570/posts/default/3894735238597678461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frankynathanael.blogspot.com/2008/07/touching-story-mengenai-seorang-ibu.html' title='Touching Story mengenai seorang ibu...'/><author><name>Franky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05226709561679369618</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp0.blogger.com/_294AtJ6eAZI/SFilDXqxOZI/AAAAAAAAABI/qG2c3tN33kc/S220/AV4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8437254087009564570.post-1851757991230309373</id><published>2008-06-18T11:14:00.000+07:00</published><updated>2008-06-18T11:56:37.378+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Kenapa Hanya Ada Sedikit Orang Sukses ?</title><content type='html'>Selamat Pagi Readers...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Sukses untuk semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya punya sedikit artikel yang mungkin bisa jadi bahan Renungan juga Smile&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari Coba kita perhatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Ketika masih sekolah hanya ada beberapa anak yang dianggap pintar dan diprediksikan bermasa depan cerah.&lt;br /&gt;- Di lingkungan tempat tinggal kita, hanya ada beberapa orang yang memiliki predikat kaya dan sukses.&lt;br /&gt;- Di bisnis online sendiri, sepertinya hanya ada beberapa saja yang&lt;br /&gt;benar-benar sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ambil bisnis online sebagai contoh kasus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda akan menemukan ada beberapa reseller yang memiliki downline yang sangat&lt;br /&gt;banyak, dan jumlahnya terus meningkat dengan cara yang signifikan. Sementara&lt;br /&gt;sebahagian besar reseller lain angka perolehan downlinenya tidak bergerak&lt;br /&gt;dari angka 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal semua memulai dari nol, mengikuti program dan system yang sama. Dan&lt;br /&gt;masing-masing sama memiliki jatah waktu 24 jam dalam satu hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa harus ada perbedaaan seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seakan-akan hanya ada beberapa orang saja di dunia ini yang memang telah&lt;br /&gt;ditakdirkan untuk sukses meraih semua tujuan hidup mereka dengan mudah.&lt;br /&gt;Sementara sebahagian besar orang harus berjuang keras dengan susah payah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIDAK!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin. Mereka (orang-orang sukses) pasti BELAJAR MENCIPTAKAN IMPIANNYA!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MELAKUKAN apa yang mereka pelajari dan KONSISTEN tidak menyerah sebelum&lt;br /&gt;traget tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, hanya sedikit orang yang berpikir KENAPA SAYA BISA.&lt;br /&gt;Sementara sebahagian besar lebih suka berpikir KENAPA SAYA TIDAK AKAN BISA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa banyak orang lebih suka berpikir KENAPA SAYA TIDAK AKAN BISA?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena mereka perlu pembenaran terhadap kondisi mereka saat ini !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Dengan berpikir TIDAK BISA, mereka tidak perlu bertindak apa-apa.&lt;br /&gt;- Dengan berpikir TIDAK BISA, mereka tidak perlu mengorbankan atau memperjuangkan apa-apa.&lt;br /&gt;- Dengan berpikir TIDAK BISA, mereka tidak perlu ada keringat yang menetes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka, sukses akan datang dengan sendirinya nanti, Dan jika kesuksesan&lt;br /&gt;itu tidak kunjung datang, mereka akan menyebutnya sebagai NASIB!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka telah mengembangkan suatu sikap apatis, sinisme dan melihat peluang&lt;br /&gt;sebagai jebakan alih-alih meraihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah hanya sedikit saja ada orang yang benar-benar sukses (kaya)&lt;br /&gt;dan sebahagian besar lagi harus puas dengan dunia yang telah mereka ciptakan&lt;br /&gt;sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HenrY Ford pernah berkata:&lt;br /&gt;Entah anda berpikir anda BISA atau berpikir TIDAK BISA, ANDA BENAR!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, kesuksesan atau kegagalan, tepat berada dibalik apa yang kita pikirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai sekarang berpikirlah solutif…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KENAPA SAYA BISA!&lt;br /&gt;KENAPA SAYA MAMPU!&lt;br /&gt;KENAPA INI AKAN BERHASIL!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, jawabannya akan membuka cakrawala kehidupan anda yang baru…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8437254087009564570-1851757991230309373?l=frankynathanael.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frankynathanael.blogspot.com/feeds/1851757991230309373/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8437254087009564570&amp;postID=1851757991230309373' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8437254087009564570/posts/default/1851757991230309373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8437254087009564570/posts/default/1851757991230309373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frankynathanael.blogspot.com/2008/06/kenapa-hanya-ada-sedikit-orang-sukses.html' title='Kenapa Hanya Ada Sedikit Orang Sukses ?'/><author><name>Franky</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05226709561679369618</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp0.blogger.com/_294AtJ6eAZI/SFilDXqxOZI/AAAAAAAAABI/qG2c3tN33kc/S220/AV4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
